Follow

Follow My Blog

Kamis, 07 Mei 2020

Ramadan Menulis #8: ujian dadakan


Tema : Nasib Rakyat kecil di tengah pandemi

Ujian Dadakan
Bahrul Fikri A (085843561927)

Negara maju dan negara berkembang sedang saling memopang. Memberikan dukungan untuk tetap stabil dalam menghadapi wabah yang menyerang. Potret perjuangan dalam tahun ini, ketika wabah memporak-porandakan dunia. Setiap negara memiliki nasib yang berbeda-beda dan berjuang untuk merdeka dari wabah yang tak kasap mata.
Kaum kecil, nasib rakyat jelatah yang kehidupanya susah dan penuh perjuangan untuk mengarungi kehidupan. Tak lupa merasakan dampak wabah yang selalu menghantui mereka. Walaupun tidak terkena wabah secara fisik, melainkan wabah menyerang kehidupan mereka.
Kaum kecil terdiri dari beberapa kelas yang memiliki dampak tersendiri. Kelas itu terdiri dari petani yang didalamnya ada peternak, nelayan, dan petambak. Kelas buruh yang didalamnya ada buruh pabrik, buruh kasar, dan buruh rumah tangga. Kelas spesial yang didalamnya ada ojek online dan yang berbau online yang selama awal wabah terus mendapat perhatian.
Mari kita meneropong kelas demi kelas.
.
Kelas petani, adalah kelas produsen yang menghasilkan pangan bagi negeri ini dirundung berbagai masalah. Mulai harga panen yang rendah. Alsintan yang menghabiskan banyak biaya. Namun, kelas petani ini akan tetap melakukan aktivitasnya untuk bertani walaupun banyak kendala. Kelas petani dari segi pangan selalu kecukupan, namun segi uang akan sedikit kekurangan.
Kelas buruh, kelas yang mengantungkan hidup dari orang lain. Saat industri tak lagi beroperasi, phk akan selalu menghantui. Saat ekonomi menurun, buruh kasar tidak mendapat pekerjaan karena tidak ada pembangunan dan kegiatan ekonomi terbatasi. Kelas inilah yang paling kritis. Kelas dengan keterbatasan uang dan pangan. Paling riskan dan paling butuh bantuan untuk tetap melanjutkan kehidupan.
Kelas spesial, tukang ojek online yang masih dibiarkan bekerja dengan syarat memperhatikan protokol kesehatan. Kelas yang menjadi perbincangan banyak orang karena masif dalam dunia maya. Rajin membuat berita ketika ada kejadian yang menimpa driver, mulai dari orderan palsu, sampai orderan yang tidak dibayar. Kelas ini mengalami penurunan pendapatan karena keterbatasan orang yang berlalu lalang dan keterbatasan daya konsumsi masyarakat akibat lebih selektif dalam mendapatkan makanan.
Nasib rakyat kecil memang tiada habisnya. Banyak sekali cerita-cerita yang mesti didengarkan oleh pemimpin mereka. Bukan pemimpin mereka yang mewakili untuk hidup mewah. Rakyat dibiarkan hidup sengsara. Saat itulah negara sedang tidak baik-baik saja.  
 Ketika wabah menimpa, saat itulah ketahanan dan kedaulatan negara diuji. Maka bangkitlah wahai pemuda. Sadar akan kekayaan alam yang melimpah ini. Yakinlah bahwa “kekayaan bukanlah kutukan” seperti apa yang pernah diucapkan sang seniman kata-kata, Andrea Hirata dan “jadilah tuan sendiri, bukan turis di negaramu”, ucap Pramodya.    


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kaum Malthusian Modern

  Kaum Malthusian Modern Bahrul Fikri Anzwar   Thomas Robert Malthus, Seorang ekonom politik sekaligus pakar demografi Inggris sempat mengem...