Follow

Follow My Blog

Senin, 25 Mei 2020

Arah

Arah

 

Langkahku tak kunjung sampai
Terusik debu dosa dalam diri
Menemukan ketenangan diri
melawan kehinaan sanubari

Petunjuk memudar di simpang jalan
Tersisah bayangan kelam
Seorang pengembara lusut pun bertanya
Arah, Dimanakah engkau?

Arah yang menuntun pada keridhoan Tuhan
Arah yang penuh cahaya dalam kegelapan
Arah yang lurus pada JalanMU.
Arah, sampai kapan engkau tak nampak.

Arah.
Dalam gelap ku tak melihatmu, dalam terang engkau tertutup debu.

Kembali-Puisi kemenangan

Kembali

Kemenangan di ujung gerbang
Menyapa kaum yang selesai berperang
Bagi pejuang merasakan kemenangan
Bagi pecundang merasakan kekalahan

Kembali,
Kembalinya pribadi suci
dihapuskanya noda dalam diri
menjadikan momentum kebangkitan diri

Kembali,
Kembalinya Kesadaran hati
Jiwa yang lusut kembali rapi
Menjadikan Tuhan sebagai tujuan

kembali,
Kembali dipertemukan di tahun depan sebagai harapan
Menjadi penginggat hati
sebagai sarana perbaikan diri

Sabtu, 09 Mei 2020

Ramadan Menulis #10: Nyata


Tema :  Hikmah Dibalik Wabah, Menjalani dan Menyiapkan Kemenangan

NYATA
Bahrul Fikri A (085843561927)

“Berlaku tidaknya idul fitri pada seorang muslim pada hakikatnya hanya ia sendiri beserta Tuhan yang mengetahui. Orang lain hanya bisa mengira-ngira berdasarkan indikator apakah ada perubahan pada seorang sebelum dengan sesudah ramadan”
(Ehma Ainun Nadjib)

Pagi itu terasa hampa, banyak orang tercengang melihat media massa yang ramai menyiarkan siaran internasional tentang vyrus yang muncul di kota Wuhan-Cina. Alih-alih muncul dari kelelawar, hinga beragam sudut pandang tentang kemunculan makhluk mungil ini. Saat itulah Wuhan menjadi episentrum pemberitaan dunia dengan gonjang-ganjing omongan dan pendapat yang bersliweran. Mulai yang realistis sampai yang supra-natural.
Tukang becak dan para ojek mungkin cuek, beda dengan forum warung kopi antar provinsi yang mulai adu kepercayaan setiap gelas yang berbeda. Ada pihak yang percaya vyrus itu dari kelelawar, ada yang juga ngeyel itu konspirasi dunia, ada juga yang ngapok-ngapokkan karena orang Cina suka makan hewan mentah. Sisi lain ada yang sampai menyumpah bahwa Indonesia tidak akan terkena wabah. Ah, ramai karnamu corona.
Namun, kebenaranya cuma satu. Ternyata vyrus ini juga berlabu dalam negera kita. Menguras angaran belanja, membuat hutang semakin menambah. Belum lagi korban jiwa yang kadang tak diterima. Sungguh memalukan. Oknum-oknum yang berlagak paling anti, padahal tidak mengerti konsekuensi.
Prediksi mulai bermunculan, mulai dua bulan sampai akhir tahun vyrus corona ini akan hilang. Warga yang berpesta, warga yang punya hajat harus menunda dulu. Terlebih saat umat Islam menjalankan ibadah puasa, maka semuanya dilakukan di rumah saja. Tidak ada kesempatan untuk berkerumun, dan tidak ada kegiatan yang mengundang banyak orang. Ramadan ditengah pandemi dengan kebesaran hati.
Tuhan menitipkan hikmah yang besar saat ramadan dengan wabah. Wabah seperti alarm yang membangunkan manusia yang tertidur dalam kefaan untuk bangun dan kembali bersujud. Wabah seperti jalan bagi hamba untuk menepi dan menjalankan apa-apa sendiri sehinga bisa mengintropeksi diri. Wabah menjadi alat untuk tetap mensyukuri setiap keadaan yang Tuhan berikan.
Kemenangan akan menjumpai pribadi yang tetap menjalani kehidupan dengan penuh hasrat untuk tetap menjadikan akhirat sebagai tujuan. Idul fitri menjadi hari lahir pribadi baru yang tiap orang bangkit dari masalalu yang mengelapkan. Maaf dan memaafkan menjadi pembesar jiwa bagi hamba-hamba yang selalu berlapang dada.   








Jumat, 08 Mei 2020

Ramadan menulis #9: fana

Tema : Menjadi pribadi yang lebih baik di bulan Ramadan

Fana
Bahrul Fikri A (085843561927)

“Ramadan adalah bulan untuk menguasai dunia. Untuk melatih kita mengambil jarak dari dunia. Untuk menjauhi dunia. Untuk mengatasi dunia. Jangan sampai pernah kalah oleh dunia dan isinya. Untuk memperoleh kemenangan atas nafsu-nafsu dalam diri kita yang memperbudak kita agar menyembah dunia”
(Ehma Ainun Nadjib)

Selamat datang kemenangan. Kemenangan yang dapat diperoleh dari kerja keras selama ramadan. Kemenangan yang selalu dinantikan ribuan muslim yang sedang berpuasa dalam bulan suci. Kemenangan dalam menahan hawa nafsu dunia. Kemenangan dalam memperangi nafsu dalam diri kita. Kemenangan dalam memerdekakan dari budak dunia dan kemenangan-kemenangan yang lainya yang sebelumnya kita masih diperbudak.
Dunia memang menawarkan banyak kemegahan. Gemerlap dunia membuat manusia kadang lengah. Seakan-akan berfikir untuk hidup kekal selamanya, padahal hati mereka masih tergadaikan oleh kemaksiatan. Cahaya iman redup tertutupi dosa yang istiqomah. Dunia sementara, akhirat selamanya.
Banyak yang terlelap oleh kilau dunia yang menawarkan harta yang memperbudak. Semua seakan-akan bisa dibeli dengan uang, sehinga yang selalu dikejar dalam dunia adalah harta. Semua cara dihalalkan dalam mencari harta, mulai dari korupsi, sampai lupa bahwa harta telah memperbudak kehidupan.
Mari berpuasa, agar dunia bisa kita kendalikan karena banyak yang dikendalikan dunia sehinga lupa untuk beribadah. Mari berpuasa, agar kita bisa menjadi khalifah yang bisa mengendalikan diri untuk tidak menyakiti orang lain dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Mari berpuasa, agar menjadi pribadi yang mampu menahan godaan duniawi yang fana.
Kemenangan sejati akan datang bagi hamba yang mau berubah dengan terus berpuasa dalam satiap kehidupanya. Karena Allah akan sangat dekat dengan hamba yang mampu terus berpuasa dalam setiap langkah kehidupan untuk mengharapkan kemenangan.






Kamis, 07 Mei 2020

Ramadan Menulis #8: ujian dadakan


Tema : Nasib Rakyat kecil di tengah pandemi

Ujian Dadakan
Bahrul Fikri A (085843561927)

Negara maju dan negara berkembang sedang saling memopang. Memberikan dukungan untuk tetap stabil dalam menghadapi wabah yang menyerang. Potret perjuangan dalam tahun ini, ketika wabah memporak-porandakan dunia. Setiap negara memiliki nasib yang berbeda-beda dan berjuang untuk merdeka dari wabah yang tak kasap mata.
Kaum kecil, nasib rakyat jelatah yang kehidupanya susah dan penuh perjuangan untuk mengarungi kehidupan. Tak lupa merasakan dampak wabah yang selalu menghantui mereka. Walaupun tidak terkena wabah secara fisik, melainkan wabah menyerang kehidupan mereka.
Kaum kecil terdiri dari beberapa kelas yang memiliki dampak tersendiri. Kelas itu terdiri dari petani yang didalamnya ada peternak, nelayan, dan petambak. Kelas buruh yang didalamnya ada buruh pabrik, buruh kasar, dan buruh rumah tangga. Kelas spesial yang didalamnya ada ojek online dan yang berbau online yang selama awal wabah terus mendapat perhatian.
Mari kita meneropong kelas demi kelas.
.
Kelas petani, adalah kelas produsen yang menghasilkan pangan bagi negeri ini dirundung berbagai masalah. Mulai harga panen yang rendah. Alsintan yang menghabiskan banyak biaya. Namun, kelas petani ini akan tetap melakukan aktivitasnya untuk bertani walaupun banyak kendala. Kelas petani dari segi pangan selalu kecukupan, namun segi uang akan sedikit kekurangan.
Kelas buruh, kelas yang mengantungkan hidup dari orang lain. Saat industri tak lagi beroperasi, phk akan selalu menghantui. Saat ekonomi menurun, buruh kasar tidak mendapat pekerjaan karena tidak ada pembangunan dan kegiatan ekonomi terbatasi. Kelas inilah yang paling kritis. Kelas dengan keterbatasan uang dan pangan. Paling riskan dan paling butuh bantuan untuk tetap melanjutkan kehidupan.
Kelas spesial, tukang ojek online yang masih dibiarkan bekerja dengan syarat memperhatikan protokol kesehatan. Kelas yang menjadi perbincangan banyak orang karena masif dalam dunia maya. Rajin membuat berita ketika ada kejadian yang menimpa driver, mulai dari orderan palsu, sampai orderan yang tidak dibayar. Kelas ini mengalami penurunan pendapatan karena keterbatasan orang yang berlalu lalang dan keterbatasan daya konsumsi masyarakat akibat lebih selektif dalam mendapatkan makanan.
Nasib rakyat kecil memang tiada habisnya. Banyak sekali cerita-cerita yang mesti didengarkan oleh pemimpin mereka. Bukan pemimpin mereka yang mewakili untuk hidup mewah. Rakyat dibiarkan hidup sengsara. Saat itulah negara sedang tidak baik-baik saja.  
 Ketika wabah menimpa, saat itulah ketahanan dan kedaulatan negara diuji. Maka bangkitlah wahai pemuda. Sadar akan kekayaan alam yang melimpah ini. Yakinlah bahwa “kekayaan bukanlah kutukan” seperti apa yang pernah diucapkan sang seniman kata-kata, Andrea Hirata dan “jadilah tuan sendiri, bukan turis di negaramu”, ucap Pramodya.    


Kaum Malthusian Modern

  Kaum Malthusian Modern Bahrul Fikri Anzwar   Thomas Robert Malthus, Seorang ekonom politik sekaligus pakar demografi Inggris sempat mengem...