Follow

Follow My Blog

Jumat, 01 Mei 2020

Ramadan Menulis #2: Logika Terbalik

Tema : WFH, Peran Guru atau Orantua?

Logika Terbalik
Bahrul Fikri A (085843561927)

Dunia pendidikan ikut merasakan dampak adanya larangan melakukan kegiatan belajar-mengajar seperti biasanya dikarenakan wabah vyrus covid-19 yang mempengaruhi tatanan dunia. Berbagai kebijakan baru bermunculan untuk menyesuaikan disetiap sektor yang terdampak pandemi. Kata-kata Work From Home (WFH) menjadi judul bagi orang-orang yang terdampak, tidak terlebih dunia pendidikan yang menjadi bahasan hangat untuk dibahas. Sejauh manakah WFH bagi pelajar dan guru? Lantas apakah orangtua ikut ambil peran bagi anak-anaknya?
Suatu tulisan yang menjadikan kita berfikir tentang keefektifan WFH bagi anak didik dalam dunia pendidikan dan menjadi tolak ukur kemandirian. Saat inilah beberapa karakter anak didik diuji, dengan diberlakukanya WFH apakah makin bergairah dalam belajar? ataukah malah terlena dengan ueforia?
Bagi anak didik yang memiliki mindset selama peralihan adalah tetap belajar untuk meraih impian, maka apa yang dilakukan selama dirumah adalah kegiatan-kegiatan positif dan belajar sesuai dengan apa yang disukai, menjadikan moment belajar dirumah menjadi kesempatan untuk belajar lebih akibat memiliki waktu yang panjang dan bisa mengatur suasana belajar yang disukai. Logika seperti ini akan berbanding terbalik bagi anak didik yang selama ini merasa sekolah adalah penjara, bukan sebagai tempat untuk mengembangkan bakat, dan kreatifitas.
Lalu apa peran Guru dan Orangtua?
.
Guru memiliki peran untuk tetap mengarahkan anak didik dan menjadi fasilitator agar selama dirumah tetap menuntaskan kompetensi dasar. Memberikan orientasi kedepan jauh lebih penting daripada menjejali tugas. Memberikan konsep pelajaran dengan mudah agar anak didik tidak lagi menghafal, tetapi agar mudah memahami.
Orang tua menjadi kontroller bagi anak didik, mengawasi, dan menjadi teman curhat agar anak-anak didik selalu termotivasi dalam melakukan aktivitas sendiri yang mungkin selama ini tidak biasa dilakukan sendiri.
.
jadi, semuanya kebagian peran kok.
.
Bagaimanapun logika dalam memandang adanya peralihan ini adalah bukan logika yang mengakibatkan bertumpuknya asumsi-asumsi yang mengarah kepada kemalasan-kemalasan yang terfasilitasi akibat salah dalam memandang peralihan, melainkan logika terbalik yang hanya dimiliki para pejuang yang mampu berkreasi dalam setiap kondisi.
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kaum Malthusian Modern

  Kaum Malthusian Modern Bahrul Fikri Anzwar   Thomas Robert Malthus, Seorang ekonom politik sekaligus pakar demografi Inggris sempat mengem...