Kebangkitan Kembali
“Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan
kalian akan lebih berat, karena melawan saudara sendiri,” Ir. Soekarno.
Presiden Republik Indonesia pertama telah berfatwa bahwa perjuangan melawan penjajah adalah suatu hal yang muda, tetapi perjuangan melawan saudara adalah hal yang berat.
.
Kenapa Perjuangan melawan saudara kita sendiri berat?
.
.
Kenapa Perjuangan melawan saudara kita sendiri berat?
.
Ada ego masing-masing yang menjadikan perjuangan sangat berat. Saat sebagian memikirkan pembangunan, saat sebagian memikirkan pangan, dan saat sebagian lagi memikirkan ekonomi. Maka yang menjadi keperluan utama akan dilaksanakan, beda dengan saat penjajahan. Semua ikut berjuang untuk kemerdekaan. Baru setelah merdeka kemudian memikirkan ekonomi, pangan, dan sebagainya.
Setelah ego itu mulai bermunculan, manusia merdeka bangsa ini dikendalikan oleh sebuah wabah yang hampir menyerang setiap sektor negara, yakni Korupsi. Bermula dari rasa memiliki apa yang seharusnya tidak dimiliki, menjadi gaya hidup para petinggi di negeri ini. Betapa kasus korupsi menjadi biasa di Media, warga mulai terbiasa melihat wajah-wajah ketangkap basah.
.
Negeri kaya yang menjadi bulan-bulanan para penguasa yang bertindak seenaknya. Padahal ada jutaan warga yang merindukan keadilan, mengidamkan kemakmuran, dan mencintai tanah air ini.
.
Kemakmuran tidak akan tercapai jiwa seorang belum selesai dengan dirinya sendiri, tanpa seorang pemimpin yang tulus mengabdi, bukan mengerogoti aset negara. Kerinduan akan keadilan yang hadir seperti naskah pancasila menjadi angan-angan masyarakat kita.
.
Bangkitlah, Bangkitlah kembali. Berjuanglah tanpa mengedepankan ego pribadi, melainkan bangkit untuk ibu pertiwi. Tanah ini anugrah semesta, air ini kesucian jiwa, dan paru-paru dunia ini nafas kita semua.
Setelah ego itu mulai bermunculan, manusia merdeka bangsa ini dikendalikan oleh sebuah wabah yang hampir menyerang setiap sektor negara, yakni Korupsi. Bermula dari rasa memiliki apa yang seharusnya tidak dimiliki, menjadi gaya hidup para petinggi di negeri ini. Betapa kasus korupsi menjadi biasa di Media, warga mulai terbiasa melihat wajah-wajah ketangkap basah.
.
Negeri kaya yang menjadi bulan-bulanan para penguasa yang bertindak seenaknya. Padahal ada jutaan warga yang merindukan keadilan, mengidamkan kemakmuran, dan mencintai tanah air ini.
.
Kemakmuran tidak akan tercapai jiwa seorang belum selesai dengan dirinya sendiri, tanpa seorang pemimpin yang tulus mengabdi, bukan mengerogoti aset negara. Kerinduan akan keadilan yang hadir seperti naskah pancasila menjadi angan-angan masyarakat kita.
.
Bangkitlah, Bangkitlah kembali. Berjuanglah tanpa mengedepankan ego pribadi, melainkan bangkit untuk ibu pertiwi. Tanah ini anugrah semesta, air ini kesucian jiwa, dan paru-paru dunia ini nafas kita semua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar