Tema : Lingkungan hidup dan ekonomi global
Resesi
Bahrul Fikri A (085843561927)
Resesi, Sebuah kelesuhan diberbagai bidang menjadikan hantu dalam ekonomi global. Sektor industri menurun, sektor pariwisata menurun, sektor perdagangan juga ikut merosot. Tak lebih dan tak lain sebab dunia telah dilanda bencana, wabah yang tak berkesudahan membuat resesi berkepanjangan.
Indrusti dagang mulai kehilangan konsumen akibat berkurangnya mata uang yang beredar dalam masyarakat. Industri jasa pun mulai kehilangan pelangan akibat peraturan yang mengharusakan manusia dirumah saja. Sektor apa yang tidak mengalami resesi? Jawabanya apa kira-kira?
Baru baru ini ditengah pandemi, ada berita mengejutkan ketika kegiatan industri, produksi, dan jasa tidak lagi dilakukan. Ada suatu peristiwa baru yang membuat orang tak sadar bahwa lingkungan hidup tidak mengalami resesi. Bahwa dengan adanya wabah, alam kita mengalami suksesi. Perbaikan alam dengan caranya sendiri.
Tingkat oksigen lebih jernih, karena vegetasi semakin rimbun dan berkurangnya polusi akibat menurunya kegiatan di sektor industri dan terbatasnya polusi kendaraan. Eksploitasi berkurang, menyebabkan habitat flora dan fauna lebih terjaga. Dampak positif wabah yang tidak semua orang sadar akan perbaikan alam saat ini.
Namun, lingkungan hidup juga akan mengalami resesi yang lebih dasyat. Jika wabah sudah selesai. Kegiatan industri akan dipacu habis-habisan untuk mengembalikan modal. Eksploitasi akan semakin menjadi jika alam kembali kaya. Bisnis properti akan terus-terusan membuka lahan untuk perumahan. Resesi yang sebenarnya akan terjadi di depan mata.
Apakah wabah ini bisa menahan para korporasi kapital dan pemodal untuk tetap menjaga lingkungan hidup? Ataukah malah menjadi pelatuk yang siap diluncurkan berbagai proyek yang akan kembali mengekploitasi bumi.
Kembalinya ekonomi global tidak menjamin lingkungan hidup aman, namun jika lingkungan hidup aman menjamin ekonomi global menjadi aman. Karena sejatinya alam adalah penyedia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar