Tema : Memaknai Wabah Dari Berbagai Sudut Pandang
Memandirikan Diri
Bahrul Fikri A (085843561927)
Apabila terjadi wabah di suatu kaum, hendaklah berdiam diri dahulu. Suatu perkataan yang memang manjur untuk memotong vektor pembawa wabah dan menjadikan pandemi lekas pulih. Saat wabah, memang yang menjadi utama adalah kesehatan dan kelangsungan hidup dengan tercukupinya pangan, maka sudah bisa dinilai cukup survive untuk keberlangsungan hidup.
Seorang Jack Ma, CEO Alibaba Group pun bilang begini, ” Tahun ini jangan cari untung dan rugi, utamakan bisa hidup dan berkembang. Kudu mikir cara kita bagaimana bisa hidup, jangan cerita tentang berkembang. Tahun ini adalah tahun pelindung nyawa, Jika kamu bisa bertahan hidup kamu sudah beruntung”. Nah kan?
Kudu mikir cara kita bagaimana bisa hidup ditengan wabah yang entah kapan akan berakhir, diantara kebutuhan yang semakin banyak tapi pendapatan rendah, bahkan tidak ada. Mangkanya kita sangat beruntung jika bisa melewati wabah ini dengan survive.
Namun, ada pelajaran berharga yang kudu kita terapkan untuk bisa melewati wabah dengan memandirikan diri kita untuk mengubah pandemi menjadi momentum kemandirian diri. Kemandirian diri dalam mencukupi pangan, mengatur ekonomi, dan melanjutkan pendidikan masing-masing.
Sektor pangan, menjadi sektor utama, negara yang berdaualat pangan akan mendapat cobaan, antara bener-bener berdaulat ataukah hanya negara itu memiliki ketahanan pangan selama rentan waktu tertentu. Lantas apa tugas kita untuk berdaulat pangan dalam kehidupan sehari-hari?
Jawabanya adalah menanam, mulailah menanam di sekeliling pekarangan. Syukur-syukur punya sepetak sawah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Produksi sayur dan kebutuhan dapur sendiri agar tidak menguras uang. Sejatinya masalah pangan adalah masalah utama yang mana harus mandiri.
Sektor ekonomi, banyak pengusaha-pengusaha gulung tikar. Semakin sepinya pembeli, sebagian pun tutup membuat kerugian semakin pesat akibat tagihan yang terus berdatangan namun pendapatan yang semakin menyusut. Memandirikan diri kita adalah dengan mengatur benar-benar skala pengeluaran dan pendapatan kita, jangan berpikir wabah akan cepat selesai. Jaga-jaga lebih baik untuk selalu antisipasi. Kalau butuh melakukan kegiatan ekonomi, lakukanlah dengan tetangga sekitar.
Sektor pendidikan, biasanya banyak dari kita yang belajarnya selalu menunggu dikasih dari pada mencari. Kebiasaan waktu masih belajar formal itu harus dirubah. Buka cakrawalah berfikir lebih luas, bahwa belajar bukan hanya diruang bersekat. Dirumah pun kita harus mandiri belajar untuk mengejar ketertingalan dan menorehkan catatan keberhasilan selama wabah mengakuisisi kondisi.
Mari mandiri dengan memandirikan diri ditengah pandemi untuk berlangsungnya kehidupan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar