Merubah Pradigma Desa
Desa, satu-kesatuan masyarakat yang hidup dalam suatu lingkungan dimana memiliki tradisi yang menjadi pembeda. Desa menjadi sentra pembangunan utama negara, dimana jika desa berdaya maka negara akan ikut sembada. Namun, tak banyak orang menyadari bahwa desa merupakan lahan basah untuk berkarya sesuai dengan latar belakang dan kearifan lokal desa. Beberapa hal yang perlu kita pahami untuk tetap menjadikan desa sebagai basic pembangunan negara:
1. Desa adalah desa.
Akhir-akhir ini banyak slogan-slogan desa setengah kota. Hal ini merupakan kesalahan besar. Desa yang baik adalah desa yang mampu mempertahankan kearifan lokal. contohnya: kesepuhan Ciptagelar, desa yang mampu swasembada pangan dan mandiri dalam energi.
2. Desa adalah tempat produksi
Hamparan tanah yang luas menjadikan desa sebagai tempat produksi yang mampu meningkatkan ekonomi penduduk desa. Sektor pertanian, perikanan, dan peternakan biasanya menjadi sektor utama, namun, kalau hanya dijual mentahanya, penduduk desa kurang sejahtera. Penduduk desa harus mulai memikirkan produk turunan, sehinga produksi dari hulu ke hilir akan berkembang di desa.
3. Desa adalah tempat berkembang
Pemerintah desa memiliki kewajiban untuk melengkapi sarana dan prasarana agar masyarakat yang memiliki bakat akan berkembang secara nyata sehinga desa mampu menciptakan SDM yang unggul dan memiliki kemampuan masing-masing di bidang yang akan digeluti.
4. Desa sebagai Media.
Masyarakat adalah guru kehidupan. siapa yang tidak setuju dengan kata-kata itu? Hal tersebut menjadi keunggulan masyarakat desa, dimana setelah belajar di sekolah formal, akan belajar untuk menjalani kehidupan nyata yang kadang lebih banyak mengajarkan pengalaman-pengalaman berharga untuk kehidupan kemudian.
Sekali lagi, Kembalilah ke Desa, Warnai desamu dengan tanganmu. jangan banyak meminta, tetapi bnyaklah memberi untuk kemajuan negaramu. Kemajuan negaramu ada di desamu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar