Follow

Follow My Blog

Selasa, 07 April 2015

Mencari Kematian



Nak, carilah kematian niscaya engkau akan mendapatkan kehidupan.
“Abu Bakar As-Shiddiq”

Kematian memang identik dengan akhirat, sedangkan kehidupan berhubungan dengan dunia. Manakah yang lebih utama?mungkin sebagian berpendapat.” kita itu hidup di dunia kalau sudah tua saja baru mikir akhirat ataupun berpikir begini.” Kalau nanti tidak mikir dunia dulu mana bisa sampai ke akhirat”. Dikira ini lari estafet ataukah kita malaikat yang mengerti takdirnya masing-masing
                Benar,orang kaya akan mati. Orang miskin akan mati. Pejabat akan mati, presiden pun akan mati. Bahkan Nabi pun akan mati. Lalu siapakah kita?Nabi?Sahabat Nabi ataukah Nabi palsu? Kita hanyalah manusia biasa yang penuh dengan dosa. Kita akan mati tapi apakah bekal kita sudah cukup?
                Kalau kita tidak punya uang di Dunia kita bisa hutang kepada saudara atau kepada teman kita. Kalau kita di akhirat, pahala kita belum cukup untuk standar ketuntasan surga. Apakah kita bisa berhutang atau pinjam pahala. Ataukah ada Kredit Pahala?
                Hakikat hidup adalah untuk beribadah. Kehidupan selalu mengarah pada kematian sedangkan kematian selalu menjemput kehidupan. Jika kita mancari akhirat maka otomatis dunia akan ikut, tapi kalau kita mencari dunia yang fana ini maka belum tentu akhirat akan ikut. Kadang manusia tertipu oleh kesenangan dunia.
                Harta adalah racun dunia. Banyak yang menjadi hamba harta. Para pejabat yang selalu tampil eksotis, rapi dan selalu menunjukkan wibawanya adalah korbanya. Mereka selalu hidup bergelimpangan harta tapi mereka selalu kurang. Harta ibarat sebuah media. Jika orang itu bisa mengunakan dengan baik maka ia selamat sedangkan jika ia terbuai oleh harta maka ia akan celaka
               
               
               
               
                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kaum Malthusian Modern

  Kaum Malthusian Modern Bahrul Fikri Anzwar   Thomas Robert Malthus, Seorang ekonom politik sekaligus pakar demografi Inggris sempat mengem...